oleh

Larangan Mudik Lebaran 2021 di Banten, Pintu Tol Hingga Jalan Arteri Disekat

Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy saat memberikan keterangan kepada wartawan. (Foto: Humas Pemprov Banten)

CHANELBANTEN.com – Pemerintah provinsi (Pemprov) Banten akan melakukan operasi lalu lintas berupa penyekatan di sejumlah titik di wilayah perbatasan Banten pada arus mudik Lebaran 2021 nanti.

Upaya itu dilakukan untuk menghalau masuknya para pemudik ke wilayah Banten, sebagai tindak lanjut kebijakan pemerintah pusat melarang masyarakat mudik saat Lebaran.

Baca juga: Gubernur Banten Dorong Sekolah Berinovasi dan Beradaptasi dengan Pasar Kerja

“Kita akan lakukan penyekatan, mulai dari Pintu Tol Cikupa, Pintu Tol Merak, termasuk sejumlah jalur arteri Kabupaten Tangerang serta sejumlah perbatasan luar daerah lainnya di Banten,” kata Wakil Gubernur (Wagub) Banten Andika Hazrumy dikutip dilaman bantenprov.go.id, Kamis, 22 April 2021.

Pihaknya mengajak tokoh masyarakat membantu pemerintah mengimbau warga tidak mudik Lebaran. Sebab, larangan mudik yang dikeluarkan pemerintah pusat semata-mata untuk memutus penyebaran Covid-19.

“Kita tahu, tren penyebaran Covid-19 cenderung meningkat setiap kali musim libur panjang usai. Makanya, dikeluarkan kebijakan larangan mudik, sebagai ikhtiar untuk mengakhiri pandemi,” kata Andika.

Ia menjelaskan, bentuk kegiatan operasinya sendiri meliputi penyuluhan, himbauan dan sosialisasi, penjagaan dan pengaturan; penyekatan dan putar balik pemudik ke arah daerah asal.

Siaga Wisata
Pemprov Banten juga mencanangkan program Siaga Wisata Hari Raya Idul Fitri tahun 2021 yang diselenggarakan oleh Dinas pariwisata (Dispar) Banten.

“Itu juga bagian dari tindak lanjut kebijakan pemerintah pusat yang memperbolehkan masyarakat berwisata pada momen libur Idul Fitri tahun ini,” ucapnya.

Baca juga: Tanggapi Aksi Demo Mahasiswa Soal Capaian Kinerja Pemprov Banten, Jubir Gubernur Banten: Semua Sudah Terealisasikan dengan Baik

Pemprov Banten siap mengamankan kebijakan tersebut dengan melakukan sejumlah persiapan. Persiapan dimaksud meliputi koordinasi dengan stakeholder pariwisata di Banten tentang jaminan penyelenggaraan pariwisata akan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

“Koordinasi sudah dilakukan dengan pihak-pihak terkait, seperti Polda Banten, Lanal Banten, Badan SAR Nasional Banten, hingga dengan Pos Pengamatan Anak Gunung Krakatau Pasauran dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Serang,” ucapnya.

Pemprov Banten, lanjutnya, akan memberikan insentif berupa honorarium kepada para pelaku pariwisata, seperti Pokdarwis atau Kelompok Sadar Wisata dan Balawista atau Badan Penyelamat Wisata Tirta.

Penulis: Galuh Malpiana l Editor: Yudha

Sumber: bantenprov.go.id

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed