oleh

Sebelum Dipugar, Seperti Ini Bentuk Bangunan Mesjid Agung Al-A’raaf Rangkasbitung 20 Tahun Silam

CHANELBANTEN.com – Bangunan Mesjid Agung Al-A’araf Rangkasbitung yang terletak di kawasan Alun-alun Kota Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten saat ini cukup megah dengan gaya arsitektur perpaduan modern dan gaya klasik Jawa.

Namun tahu kah kalian, sebelum dipugar seperti sekarang, ternyata seperti ini bentuk mesjid itu di tahun 2002 silam.

Dikutip dilaman akun Facebook Inforangkasbitung, tampak sebuah unggahan foto lawas Mesjid Agung Al-A’raaf Rangkasbitung di tahun 2002.

Jika diamati, bentuk arsitektur bangunan mesjid Agung Al-A’raaf lawas itu bergaya mesjid timur tengah modern. Namun, dibagian belakangan masih tampak arsitektur Jawa. Warna cat pada bagian kubah mesjid dominan berwarna hijau. Sementara, menara berada di sebelah kanan, bukan seperti sekarang berada di sebelah kiri.

Foto Mesjid Al-A’raaf Rangkasbitung tahun 2002 : dokumen Dian Wahyudi @Facebook Inforangkasbitung

Sekilas sejarah
Dilansir dilaman anugerahkubah.com, pembangunan mesjid Agung Al-A’raaf Rangkasbitung dilakukan pertama kali pada tahun 1928, diatas tanah wakaf dengan luas sekitar 3.264 meter persegi. Pembangunan mesjid ini memang sengaja dibuat dengan sangat luas, karena Masjid Al-A’raf memang ditetapkan sebagai Masjid Agung untuk Kabupaten Lebak.

Beberapa Kali Renovasi
Masjid Agung Al-A’raaf sudah beberapa kali mengalami renovasi. Renovasi pertama dilakukan pada tahun 1988, kemudian selesai pada tahun 2002 dengan menghabiskan dana sekitar Rp3 Miliar. Renovasi pertama kali tersebut dilakukan pada masa pemerintahan Bupati Drs. H. Yasa’a Mulyadi. Kemudian, renovasi berikutnya dilakukan pada tahun 2004 yang merupakan bangunan yang bisa kita lihat sampai saat ini. Renovasi kedua tersebut menghabiskan dana sekitar Rp17,5 Miliar yang dilakukan pada masa pemerintahan Bupati H. Mulyadi Jayabaya.

Aristektur Jawa Klasik dan Modern
Jika dilihat dari seni banguannnya, Mesjid Agung Al-A’raaf Rangkasbitung sekarang ini mengadopsi gaya klasik Jawa dengan perpaduan modern. Gaya klasik bisa kita lihat dari atap masjidnya yang mengadopsi atap limasan seperti kebanyakan Mesjid di Nusantara. Sedangkan gaya modern bisa kita lihat dari bangunan persegi panjang yang terletak di depan mesjid sebagai tempat plakat mesjid dan juga seperti penghalang silau matahari.

Menara
Yang paling unik adalah adanya 1 menara yang pastinya tidak akan kita temui di mesjid-mesjid lain di Indonesia. Menara tersebut dibuat dengan sangat ramping. Namun, dibangun sebuah gazebo dibagian puncaknya dengan 8 jendela untuk melihat pemandangan keluar. Ujung puncaknya dibuat lancip dihiasi dengan kaligrafi bertuliskan “Allah”.

Penulis: Galuh Malpiana l Editor: Matin
Sumber: www.anugerahkubah.com/ Inforangkabitung

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed