oleh

Mengungkap Kearifan Lokal Budaya Suku Baduy dalam Sketsa dan Puisi Jenny Mahastuti, ‘Gerimis di Tanah Titipan Kanekes’

CHANELBANTEN.com – Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy membuka pameran tunggal Sketch & Painting Exhibition karya seniman seni rupa Indonesia Jenny Mahastuti di Gedung Perpustakaan Nasional, DKI Jakarta, Rabu, 10 Maret 2021 lalu.

Jenny Mahastuti dalam kesempatan itu turut melaunching buku karyanya berjudul “Gerimis di Tanah Titipan Kanekes”.

Dalam karya sketsa dan puisi itu, Jenny Mahastuti mengungkapkan tentang kesederhanaan dan pelestarian alam serta budaya Suku Baduy.

Baca juga : Andika Hazrumy Targetkan Banten Masuk Peringkat 10 Besar Pariwisata Ramah Muslim, Ini Pendorongnya

Acara pameran tunggal Sketch & Painting Exhibition tersebut, dikunjungi oleh berbagai unsur, baik dari seniman hingga masyarakat umum.

“Tanah Kanekes penuh dengan gerimis sebagai metafora dari banyaknya pengaruh yang mengikis keaslian adat budaya Baduy, yang suatu saat gerimis tersebut berubah menjadi hujan yang akan berbahaya pada keaslian adat budaya Baduy,” ungkap pengamat suku Baduy, Rohendi dilansir dilaman dispar.bantenprov.go.id, Minggu 28 Maret 2021.

Bukan hanya suatu pameran biasa, tetapi pameran ini penuh pesan moral tentang kesederhanaan dan pelestarian budaya yang ada di KabupatennLebak, Provinsi Banten. Dimana, budaya masyarakat Baduy yang penuh dengan nilai-nilai kearifan lokal yang seharusnya menjadi motivasi bagi masyarakat Indonesia bahkan dunia.

“Hanya dari salah satu peraturan adat masyarakat Baduy kita dapat belajar banyak arti pelestarian lingkungan yang sebenarnya. Pada puisi diangkat bagaimana sekarang terjadi banyaknya pengaruh negatif yang dapat mempengaruhi keaslian adat Baduy,” kata Rohendi.

Penulis : Redaksi
Sumber : dispar.bantenprov.go.id

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed