oleh

Merasa Dirugikan dalam Pemberitaan, Prades Cikande Permai Adukan Sejumlah Media ke Dewan Pers

CHANELBANTEN.com – Perangkat desa (Prades) Cikande Permai, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Banten Amru Nasution mengadukan sejumlah media online ke Dewan Pers, Kamis, 25 Maret 2021.

Pengaduan tersebut, buntut pemberitaan yang dimuat di sejumlah media online yang dinilai merugikan nama baik pemerintah desa.

Amru yang menjabat Tata Usaha Umum Desa itu terpaksa mengadukan sejumlah media online itu ke Dewan Pers, karena pemberitaan tentang adanya dugaan pungutan liar (Pungli) di Desa Cikande Permai yang dimuat di sejumlah media online yang diadukan ke Dewan Pers itu dinilai menyudutkan.

“Apalagi, dalam pemberitaan itu saya disebut marah-marah saat dikonfirmasi oleh wartawan. Saya dan pemerintah desa Cikande tentu tidak terima dituduh-tuduh seperti itu. Makanya kami tempuh prosedur saja dengan lapor ke Dewan Pers. Biarlah lembaga yang berwenang itu yang menyelesaikannya,” ujar Amru kepada wartawan di Kantor Desa Cikande Permai, Kamis 25 Maret 2021.

Terkait dugaan pungli tersebut, Amru membantah dengan tegas bahwa itu tidak benar. Termasuk, soal berita bahwa dirinya marah-marah kepada wartawan itu bukan berarti menolak dikonfirmasi.

“Secara etika, menurut saya tidak pantas lah ketika urusan pemerintahan desa dikonfirmasi di rumah,” ucapnya.

Ia menegaskan, selama ini tidak pernah membebankan biaya pengurusan surat-surat tanpa retribusi resmi. Kalau pun ada warga yang memberi, itu dengan keikhlasan.

“Tidak ada paksaan, warga suakrela dan uangnya dikumpulkan untuk kas desa,” katanya.

Pihaknya sangat mengerti dan menghargai tugas kawan-kawan media. Tetapi, Ia menyayangkan oknum wartawan yang konfirmasi waktu itu terkesan tidak beretika, dengan nyelonong ke rumah.

“Padahal, itu kan urusan pekerjaan di kantor desa,” terangnya.

Ia berharap, dengan tindakan mengadukan beberapa media online itu ke Dewan Pers. Maka dirinya mendapatkan keadilan dan dapat mengembalikan nama baik dirinya serta Desa Cikande Permai.

“Saya juga akan mengirimkan klarifikasi (Hak Jawab) resmi kepada media-media yang sudah mempublikasikan berita tidak benar itu agar persoalan segera terselesaikan,” katanya.

Sebelumnya, ramai di pemberitaan beberapa media online terkait dugaan pungli pembuatan SKU sebesar Rp 30.000 di Desa Cikande Permai.

Penulis : Mufin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed