oleh

Hebat! Banten Masuk Sembilan Besar Produsen Beras Nasional, Ini Terobosannya

CHANELBANTEN.com – Upaya Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) memperkuat sektor pertanian untuk memulihkan perekonomian pada awal pandemi Covid-19 menunjukan hasil. Itu bisa dilihat dari capaian Banten menempati posisi sembilan (9) besar produsen beras Nasional.

Gubernur Wahidin Halim menjelaskan, pada situasi seperti ini masyarakat akan membutuhkan kebutuhan pokok. Kekuatan sektor pertanian akan menjadi ketahanan pangan serta memastikan kekuatan stok bahan kebutuhan pokok.

BACA JUGA : Hadiri Launching Tilang Elektronik, Gubernur Banten Sampaikan Ini

“Kita sedang menghadapi wabah yang merata di seluruh negeri dan berdampak juga di Provinsi Banten. Kita mengandalkan industri dan perdagangan yang masih dalam situasi pandemi Covid-19, yang berimbas kepada perekonomian,” kata WH dalam siaran pers yang diterima wartawan, Kamis, 25 Maret 2021.

“Semua akan tetap bergulir dengan baik apabila kita dapat memastikan ketersediaan pangan dan bahan pokok. Sehingga perdagangan tetap berputar dengan stabil, tidak ada kenaikan harga atau kelangkaan stok,” ujarnya.

Merujuk pada rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat pada tanggal 1 Maret 2021, Provinsi Banten menempati posisi sembilan (9) besar produsen beras secara Nasional tahun 2020. Dengan luas panen 325.333 ha, Provnsi Banten mampu menghasilkan padi 1.655.170 ton GKG (Gabah Kering Giling) atau setara 937.815 ton beras.

Dalam penghitungannya, BPS menggunakan metode Survey Kerangka Sampel Area (KSA), dari keseluruhan produksi beras se-Indonesia tahun 2020, untuk Provinsi Banten berhasil naik ke peringkat ke sembilan (9) sebagai produsen beras terbesar nasional menggeser posisi Provinsi Sumatera Barat yang sebelumnya di peringkat sembilan (9).

BACA JUGA : Soal Kenaikan Harga Kedelai di Banten, Kepala Distan Ungkap Hal Ini

Kepala Dinas pertanian (Distan) Banten, Agus M Tauchid mengatakan, pencapaian Provinsi Banten yang berhasil naik ke peringkat sembilan (9) sebagai produsen beras terbesar Nasional, merupakan hasil dari langkah terobosan teknis di tingkat lapangan.
Dimana, beberapa langkah teknis tersebut yaitu keragaman teknis perbaikan varietas unggul Nasional mulai dari penggunaan varietas Ciherang, Inpari 32 dan Inpari 42. Kemudian keragaman teknologi pemupukan berimbang, serta penggunaan agensia hayati pada pengendalian hama terpadu.

“Strategi ini mampu meningkatkan produktivitas dari 48,95 ku/ha menjadi 50,50 ku/ha. Langkah strategis selanjutnya Dinas Pertanian Provinsi Banten akan terus meningkatkan inovasi keragaman teknologi produksi padi,” kata Agus.

Penulis : Mufin
Foto : dokumen Biro Administrasi Setda Banten

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed