oleh

Lebak Terpilih Jadi Lokasi Program ‘Upland Project’, Segini Luas Lahan yang Disiapkan

CHANELBANTEN.com – Kabupaten Lebak terpilih menjadi salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan ‘Upland Project’. Luas lahan yang dipersiapkan sekitar 500 hektare (Ha) dengan komoditas manggis.

Hal itu diketahui saat Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya menghadiri acara Penandatanganan Perjanjian Hibah Daerah (PHD) kegiatan “The Development Of Integrated Farming System In Upland Area”, bertempat di Hotel Aston Priority Simatupang and Conference Centre Jakarta, Rabu, 24 Maret 2021.

Baca juga : Kabar Baik, 1.038 Bidang Tanah Aset Milik Pemkab Lebak Kini Sudah Bersertifikat

Upland Project sendiri merupakan proyek pengembangan sistem pertanian terpadu di daerah dataran tinggi. Tujuannya, untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan pendapatan petani di daerah itu melalui pembangunan dan peningkatan infrastruktur lahan dan air, sistem pertanian modern dan penanganan pasca panen.

Dalam kesempatan itu, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Sarwo Edhy berharap, kegiatan Upland menjadi satu kegiatan yang sangat menantang dalam mengharmonisasikan semua aspek. Sehingga semuanya bisa dilaksanakan dan menjadi pilot project yang menarik untuk dicontoh oleh daerah-daerah lain.

Sementara, Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya mengatakan, kegiatan Upland merupakam program yang sangat memotivasi bagi Kabupaten Lebak untuk peningkatan produksi dan produktivitas pertanian. Terlebih, Kabupaten Lebak merupakan daerah penyangga Ibu Kota serta daerah konservasi berbasis pertanian.

“Pemkab Lebak akan memanfaatkan dana hibah yang diberikan untuk bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya bagi masyarakat kabupaten Lebak. Kita berharap ini menjadi titik awal untuk kemandirian pangan di Indonesia,” ucapnya.

Baca juga : Ini Arti Kebahagiaan Menurut Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya

Bupati juga menjelaskan strategi dalam pelaksanaan Upland Project ini adalah dengan melibatkan seluruh stakeholder dan terus meningkatkan kapasitas, memperketat pengawasan.

“Terpenting adalah mengupgrade ilmunya kepada masyarakat petani kita, bukan hanya petani yang sudah berumur tetapi bagaimana juga menggerakkan para petani milenial sehingga mau ikut bergerak membangun Indonesia dari sektor pertanian,” Bupati.

Penulis : Dede

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed