oleh

Soal Kenaikan Harga Kedelai di Banten, Kepala Distan Ungkap Hal Ini

CHANELBANTEN.com – Kepala Dinas pertanian (Distan) Banten, Agus Tauchid menyebutkan, bahwa naiknya harga kedelai lantaran saat ini masih bergantung pada kedelai impor. Dimana, harga kedelai dunia sedang mengalami kenaikan, sehingga Indonesia termasuk Banten terkena imbasnya.

Karenanya, dibutuhkan koordinasi semua pihak untuk meningkatkan penyerapan pasar terhadap produksi kedelai lokal.

Menurut Agus, kualitas kedelai lokal sebenarnya lebih baik karena umumnya kedelai yang tersedia adalah kedelai yang baru saja dipanen sehingga lebih segar, sementara kedelai impor biasanya sudah disimpan bertahun-tahun.

Baca juga : Dukung Industri Tempe dan Tahu, Pemprov Banten Lakukan Ini

“Kedelai yang berukuran kecil sebenarnya lebih banyak mengandung protein dan rasanya lebih gurih. Selain itu, kedelai lokal merupakan kedelai asli hayati dan bukan kedelai transgenik seperti kedelai impor,” katanya, Kamis 18 Maret 2021.

“Kedelai yang di tanam di negara-negara maju 80 persen adalah organisme yang telah dimodifikasi secara genetik (GMO),” lanjutnya.

Selain itu, daya tarik lainnya untuk kedelai impor di kalangan pengusaha tahu tempe adalah adanya keloggaran pembayaran dari pemasok kedelai impor, selain disebabkan harga kedelai impor yang lebih murah dibandingkan kedelai lokal.

“Dengan kondisi ini diperlukan peran BUMD sebagai off taker kedelai yang dapat memutus rantai pasokan kedelai lokal sehingga harga kedelai lokal lebih bersaing di pasaran dan industri tahu tempe bisa diberikan keleluasaan pembayaran bahan baku seperti yang diberikan pemasok kedelai impor,” ujar Agus.

Terkait dengan pengembangan kedelai secara masal dan luas, tutur Agus, saat ini masih terkendala dengan penyediaan benih yang siap tanam karena teknologi benih kedelai masih jauh tertinggal dibandingkan dengan teknologi tanaman pangan lainnya, salah satunya adalah masa dorman benih kedelai lebih pendek yakni hanya 2 bulan, sedangkan benih lainnya seperti padi relatif panjang yakni 6 bulan

“Permasalahan lainnya selain faktor benih adalah motivasi petani menanam kedelai harus terus ditingkatkan mengingat harga jual yang diterima petani masih dibawah Rp7000 per kg sementara harga over head cost minimal Rp7.700 per kg” pungkas Agus.

Penulis: Mufin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed