oleh

Ide Kreatif Zaenal Alim Warga Asal Lebak, Mengubah Limbah Kelapa Jadi Souvenir Cantik

CHANELBANTEN.com – Orang yang memiliki ide mungkin cukup banyak disekitar kita. Tetapi jika ide tersebut kemudian diwujudkan menjadi sebuah karya, bahkan menghasilkan rupiah mungkin tidak setiap orang bisa.

Salah satunya adalah Zaenal Alim, warga Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten. Pria yang akrab disapa Mang Enang itu dapat mewujudkan ide menjadi karya, berupa kerajinan dari barang yang oleh orang lain dianggap limbah atau barang tidak terpakai lagi.

Limbah batok kelapa, oleh tangan kreatifnya kemudian disulap menjadi souvenir yang indah dan menghasilan rupiah. Bahkan di masa pandemi covid-19 seperti saat ini, masih cukup diminati dan memiliki penggemarnya tersendiri.

Jaenal Alim menunjukan kerajinan hasil karyanya dari limbah kelapa. Foto / istimewa

Awalnya Ia mencari-cari usaha apa yang dapat menghasilkan uang, sampai akhirnya Mang Enang mendapat inspirasi memanfaatkan limbah batok kelapa yang permukaannya keras untuk dijadikan berbagai souvenir. Dari yang dimulai dengan coba-coba, dengan ketekunan dan kreatifitasnya saat ini telah menghasilkan berbagai jenis souvenir yang indah dan diminati masyarakat.

Baca juga : Kisah Johnnie dari Seorang Penjual Rokok hingga Wartawan, Kini Menjadi Pebisnis Pariwisata

Souvenir yang dihasilkan diantaranya ; Cangkir, Gantungan kunci, Piala, plang nama rumah, Gayung, Asbak, Pin sampai Pengikat Kacu pramuka, dan lain-lain.

“Awalnya sih coba-coba, saya belajar otodidak, termasuk mencari peralatan kerja, saya mencari sendiri, termasuk jenis batok kelapa, saya cari disesuaikan dengan karya atau souvenir yang akan dibuat, kebanyakan malah limbah di pasar Malingping yang sudah dibuang tukang es kelapa,” ujar Mang Enang.

Baca juga : Mengenal Asal Usul Nama Pulo Manuk yang Dihuni Monyet

Menurut penjelasan Zaenal Alim, pesanan souvenir kebanyakan malah dari luar kabupaten Lebak.

“Iya, kebanyakan pesanan malah dari luar Lebak, ada dari komunitas offroad pesan Asbak dengan label komunitas dari Bogor, dan lain-lain, kita usaha dan berkreasi apa sajalah sesuai yang kita bisa” jelas Mang Enang.

“Hidup itu seperti mengendarai sepeda. Untuk menjaga keseimbangan Anda, Anda harus terus bergerak,” ujar Mang Enang berfilosofis saat ditanya apa motivasi hidupnya.

Penulis : Dian Wahyudi (Pengiat wisata, kuliner di Kabupaten Lebak dan Anggota DPRD Lebak)

Editor : Redaksi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed