oleh

Beredar Video Satu Keluarga di Ciledug Panjat Pagar 3 Meter, Diduga Gara-gara Ini

CHANEL BANTEN.com – Sebuah video yang memperlihatkan satu keluarga memanjat pagar tembok setinggi 3 meter saat hedak keluar rumahnya sendiri di Jalan Akasia 1 RT004/RW003, Kelurahan Tajur, Kecamatan Ciledug, Tagerang beredar di media sosial.

Penyebabnya, karena rumah milik warga dalam dalam video berdurasi 59 detik itu di pagar beton oleh seseorang yang mengaku sebagai ahli waris. Akibatnya, pemilik rumah ketika hedak keluar harus memanjat pagar tembok tersebut.

Acep Munir (30), salah satu penghuni rumah menceritakan, pemasangan tembok ini sudah berlangsung sejak 2019 lalu.

“Penutupan akses tembok sejak 2019” kata Acep saat dihubungi wartawan, Jumat, 12 Maret 2021.

Di rumah tersebut, Acep tinggal bersama orang tua, istri, kakak, anak dan kedua keponakannya. Mereka adalah Ibu Ani (60), Deshi (27), Anna (32), April (5), Dinda (3) dan Adelya (4).

“Di rumah tinggal ada 7 orang, 4 orang dewasa dan 3 anak-anak. Saya, Ibu Ani, Deshi (istri), Anna, April, Dinda dan Adelya” ujar Acep.

Acep dan keluarganya harus memanjat tembok beton setiap hendak keluar rumah. Ia khawatir dengan keluarganya sebab di salah satu bagian tembok ada kawat berduri. Belum lagi saat musim hujan, tembok menjadi licin.

“Anak-anak kan masih sekolah. Jadi setiap hari mau keluar antar jemput sekolah harus panjat tembok. Sering banget kepeleset kalau hujan, licin itu, ada kawat duri juga” akunya.

Selain itu Acep juga menitipkan kendaraan pribadi di rumah tetangganya yang dengan sukarela menyediakan tempat parkir.

“Kendaraan dititip di rumah tetangga. Sukarela aja gak diminta bayaran parkir” ucap pria itu.

Sebelumnya video yang memperlihatkan sejumlah pria sedang memasang tembok beton di rumah Acep viral di media sosial. Diduga rumah tersebut berada dilahan sengketa milik ahli waris.

Dikutip @inewsdotid , Kapolsek Ciledug, Kompol Wisnu Wardana mengonfirmasi peristiwa penutupan pagar rumah tersebut. Menurutnya, persoalan itu dipicu sengketa tanah antarwarga. Kasusnya pun telah dilaporkan ke Mapolresta Tangerang.

“Kalau tidak salah itu masalah sengketa tanah. Kasusnya sudah dilaporkan ke Polres Metro Kota Tangerang. Dari kami Bhabinkamtibmas dan Babinsa sudah berupaya mediasi kedua belah pihak,” ungkapnya.

Berdasarkan informasi, penutupan pagar rumah dilakukan salah satu warga berinisial R, ia mengklaim jalan tersebut milik orang tuanya.

Penulis: Mufin
Editor : Redaksi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *