oleh

Mengenal Objek Wisata Goa Lalay yang Penuh Misterius di Desa Sawarna

CHANELBANTEN.com – Sawarna dikenal sebagai desa wisata yang berada di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak. Kekinian, wisata tersohor di Provinsi Banten ini memiliki sport yang menarik untuk dikunjungi bagi wisatawan di Mancanegara yakni Goa Lalay.

Mungkin, banyak diantara pengunjung yang masih belum tahu keberadaan Goa Lalay atau dalam sebutan bahasa Indonesia yaitu Goa Kelelawar. Tempat ini menjadi lokasi peristirahatan binatang kelelewar dan menampilkan keindahan batuan stalagmit yang begitu mempesona. 

Goa Lalay merupakan salah satu objek wisata andalan Desa Sawarna ini juga ternyata menyimpan sebuah misteri. Di balik keindahannya konon di dalam Goa yang memiliki kedalaman sekitar dua kilometer ini dihuni oleh makhluk mistis sejenis belut atau lindung dengan ukuran yang tidak biasa.

Menurut berita yang beredar di masyarakat, ukuran belut mistis tersebut hampir sama dengan ukuran drum, tetapi dalam versi lain ada juga yang menyebutkan ukurannya sebesar tumbukan padi.

Belut mistis raksasa penunggu Goa Lalay ini konon tidak pernah mengganggu pengunjung yang datang dan hanya keluar pada saat menjelang petang saja.

Masih menurut penuturan masyarakat, ketika belut mistis raksasa ini keluar dari Goa ia hanya akan mengeluarkan kepalanya saja dan tidak pernah menampakkan wujudnya secara utuh ke permukaan.

Meski terdapat mitos tentang belut raksasa, Goa Lalay tetap ramai dikunjungi wisatawan setiap harinya. Selain itu pengunjung juga tidak perlu takut untuk berwisata ke tempat ini. Karena meskipun terdapat mitos tentang hewan mistis, di sini tidak ada pantangan ataupun peraturan tertentu yang berkaitan dengan mitos tersebut.

Hingga saat ini keabsahan tentang keberadaan belut raksasa penunggu goa lalay ini memang masih belum dapat dibuktikan secara nyata. Kemungkinan besar belut raksasa ini hanyalah mitos yang beredar di masyarakat dan dipercaya sebagai penjelmaan dari makhluk halus penunggu goa tersebut.

Saat ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Banten mulai menyosialisasikan dan mengembangkan wisata Goa Lalay yang dinilai belum terekspose oleh kalangan wisatawan.

Kepala Bidang Destinasi Pariwisata pada Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Payundra Bayyu Ajie menerangkan, Goa Lalay merupakan goa batu kapur yang memiliki lubang goa berdiameter 2.5 m x 4 m dengan panjang goa lebih kurang 2 Km tersebut berpotensi untuk dikembangkan dan menjadi salah satu tujuan wisata alam di daerah Lebak Selatan.

“Saat ini pengunjung Goa Lalay hanya bisa masuk sampai pada kedalaman 400 Meter saja. Apabila sudah kita tata bagian akses jalan dan pemeliharaan dalam Goa diharapkan bisa mengembangkan dan memperjauh tujuan wisatawan kedalam goa tentunya dengan didampingi oleh pemandu yang mumpuni,” kata Payundra dikutip dari banten travel, Minggu, 14 Maret 2021.

Payundra menuturkan, output dari kegiatan pengembangan destinasi wisata Goa Lalay diharapkan dapat dijadikan sebagai obyek wisata unggulan oleh masyarakat Desa Sawarna khususnya, dan masyarakat luas pada umumnya. Sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat setempat, pendapatan Pemerintah Desa dan Pemerintah Kabupaten Lebak.

“Kita juga memberikan pemahaman kepada masyarakat di sekitar lokasi Goa Lalay untuk dapat menerapkan sadar wisata dan Sapta pesona sebagai wujud dalam mengembangkan destinasi wisata yang layak dikunjungi,” tuturnya.

Sekedar informasi, untuk rute menuju ke lokasi terdapat dua rute alternatif bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke pantai tersebut. Pertama, bisa melalui Jakarta, Tangerang, Rangkasbitung, Malingping, Bayah, dan Desa Sawarna, dalam rute ini memakan waktu sekitar 5 jam perjalanan. 

Sedangkan utnuk rute kedua, bisa melalui Jakarta, Pelabuhan Ratu, Bayah, dan Desa Sawarna, perjalanan melalui jalur ini memerlukan waktu lebih lama, sekitar 7-8 jam perjalanan. 

Penulis : Mufin

Editor : Redaksi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed