oleh

Cerita Seorang Pengusaha Travel, 4 Tahun Jajaki Bisnis, Kini Terpukul karena Pandemi

(Foto : dok Hilmi Pahmi)

CHANELBANTEN.com – Jiwa muda yang tak pantang menyerah dan putus asa. Berangkat dari serba kekurangan khususnya dalam segi financial. Tapi, bagi seorang pria kelahiran 1995 ini kekurangan itu tak dijadikan sebuah alasan maupun hambatan untuk menimba ilmu pengetahuan, melatih berpikir maju dan mandiri.

Rela menahan lapar, haus, dan sabar dalam menghadapi berbagai tantangan hidupnya. Hambatan itu tak menjadi sebuah resiko besar bagi dirinya, dibandingkan harus menyimpan sebuah penyesalan dimasa yang akan datang maupun dihari tua.

Jiwa itu yang selama ini tertanam dan di pegang teguh oleh seorang pemuda desa asal Kabupaten Lebak, Banten. Pemuda itu sebut saja Hilmi Fahmi. Hilmi merupakan putra ketiga (bungsu) dari tiga saudara.

Baca juga : Sandiaga Uno Sebut Pandemi Covid-19 Harus Jadi Momen Perubahan Pariwisata, Ini Konsepnya

Ia dilahirkan bukan dari golongan bangsawan maupun priyai, melainkan dari anak seorang petani. Ia dikenal oleh kawan dekatnya sebagai lelaki yang memiliki harapan dan cita-cita sangat tinggi.

Sejak dirinya lulus dari bangku Sekolah Dasar atau Madrasah Ibtidaiyah, sudah terbiasa hidup jauh dari orang tua. Hingga dia duduk dibangku kuliah pun rela meninggalkan orang tua dan keluarganya demi meraih impiannya.

Hilmi adalah salah satu mahasiswa asal Lebak yang meraih program beasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta (PTS) di Provinsi Lampung, yaitu di Universitas Bandar Lampung (UBL). Saat ini, dirinya telah menyelesaikan program sarjana pada Fakultas Ilmu Komputer (FIK).

Baca juga : Cerita Rakyat Misteri Situs Batu Bedil, Dari Petilasan Kiang Santang hingga Eyang Gentar Bumi

Semasa kuliah, Hilmi dikenal aktif dalam berorganisasi baik internal maupun eksternal. Bahkan, pada 2016 – 2017 dia mendapatkan amanah sebagai Presiden Badan Eksutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (BEM-FIK) UBL. Tak hanya itu, dia juga terlibat aktif di dalam Komite Relawan Nusantara Lampung.

Kini, seorang mahasiswa yang sudah menyandang gelar sarjana itu tengah menjajaki karir usia mudanya di bidang penyedia jasa tour wisata dan sewa bus wisata, pada sebuah perusahaan yang digagasnya, yaitu CV. Insani Travel & Tour.

“Saya menjalankan usaha ini sejak tahun 2017, dan Alhamdulillah berkat usaha dan kerja keras saya, perusahaan ini bisa berjalan sampai sekarang,” kata Hilmi belum lama ini.

Ia menyadari, memang selama ini banyak sarjana yang selalu memikirkan kerja dan kerja. Padahal, menurut dia, secara tidak disadari banyak potensi (peluang) usaha yang bisa dimanfaatkan. Meski demikian, bagi dia dunia kerja bukanlah pilihan utama tetapi justru bagaimana seorang mahasiswa atau sarjana itu mampu membuka atau menciptakan sebuah lapangan pekerjaan.

“Belajar tentang banyak hal dan membiasakan melihat segala hal dari sudut pandang yang berbeda, sehingga pemikiran menjadi terbuka,” ucap koordinator Komunitas Pemuda Desa Citeupusen ini.

Hilmi mengakui, sejak dia lulus sekolah hingga duduk di bangku kuliah telah memiliki cita-cita dan tekad yang kuat, yaitu ingin menjadi seorang pengusaha muda yang sukses baik di tanah rantau maupun di tanah kelahirannya.

“Kelemahan terbesar kita adalah menyerah, cara yang paling pasti untuk sukses adalah selalu mencoba lagi dan lagi,” pesan alumni MA Daarul Ulum Panyaungan, Cihara ini.

Berdasarkan pengakuannya, sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia tak terkecuali Tanah Sumatera. Kini, usaha yang digelutinya itu terpaksa harus diberhentikan sementara. Hal itu sesuai dengan anjuran pemerintah tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Ya, sekarang kita non aktifkan dulu karena pandemi, banyak juga sih agenda yang kita batalkan. Padahal sudah fix waktu itu tanggal keberangkatannya,” sebut Hilmi.

Penulis: Mufin

Editor : Redaksi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed