oleh

Kejari Lebak Diminta Tuntaskan Kasus Dugaan Pengadaan di KPU Lebak Tahun 2019

Mahasiswa saat berunjuk rasa di depan kantor KPU Lebak.*

CHANEL BANTEN.com l Aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) kabupaten Lebak mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebak menindaklanjuti kasus dugaan kejanggalan penetapan tender proyek pengadaan barang dan jasa pada Pemilu 2019 di KPU setempat.

Sebelumnya, mahasiswa menyampaikan pengaduan (Lapdu) ke Kejari Lebak setelah melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Kejari setempat, Kamis (17/9/2020) lalu.

Ketua HMI Cabang Lebak, Adang mengatakan, pihaknya bersama PMII sudah mengkaji dari awal ketika akan membuat lapdu yang disampaikan kepada Kejari Lebak terkait dugaan kasus meloloskan tender pegadaan barang dan jasa di KPU Lebak pada Pemilu 2019. Perusahaan itu oleh Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pemkab Lebak ditetapkan sebagai pemenang tender.

“Bahkan, perusahaan itu memenangkan dua paket pekerjaan sekaligus,” katanya.

Maka dari itu, pihaknya mendesak Kejari Lebak untuk menindaklanjuti dan menuntaskan persoalan itu. Karena, perusahaan CV Wijaya Karsa yang beralamat di Kecamatan Cipocok, Kota Serang masuk daftar hitam pada Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), berdasarkan Surat Keputusan (SK) penetapan Nomor: 027/734-TU/2018, yang berlaku mulai tanggal 26 November 2010 sampai dengan 26 November 2019 sudah di bleklist tetapi menjadi pemenang.

“Kita juga akan audiensi dengan Kejari Lebak untuk mendorong agar penanganan kasusnya ditangani secara profesional,” ucapnya.

Terpisah, Ketua KPU Lebak, Nikmatullah
saat di konfirmasi wartawan soal aksi mahasiswa dan melaporkan ke Kejari dugaan kasus tersebut mengatakan, aksi itu merupakan hal mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi. Bahkan, pihaknya mengapresiasi apa yang di sampaikan mahasiswa.

“Saya apresiasi kepada rekan-rekan mahasiswa atas penyampaian aspirasinya,” ujar Nikmatullah. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed