oleh

Lima Tersangka Kasus Korupsi RTLH 2015 di Lebak Ditahan

CHANEL BANTEN.com l Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebak menahan 5 (lima) tersangka kasus dugaan kasus korupsi dana bantuan rehabilitasi sosial Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tahun 2015, Senin (8/12/2020). Ke lima tersangka kini dititipkan di Lembaga pemasyarakatan (Lapas) kelas III Rangkasbitung.

Penahanan ke lima tersangka bernisial SM, NTD, CMW, ABD dan UH itu dilakukan, setelah berkas tahap dua dari penyidik Satreskrim Polres Lebak dinyatakan lengkap. Sebelum ditahan, ke limanya menjalani pemeriksaan administrasi di ruang pidana khusus (Pidsus) Kejari Lebak dan menjalani pemeriksaan kesehatan.

”Iya, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU)
Kejari Lebak menerima pelimpahan
berkas tahap II dugaan korupsi penyalahgunaan dana bantuan rehabilitasi sosial RTLH APBN tahun 2015 dari penyidik Polres Lebak, sekaligus melakukan penahanan untuk 20 hari ke depan,” terang Kepala Kajari Lebak Nur Handayani melalui Kasi Pidsus Kejari Lebak, Bayu Wibianto, Selasa (8/12/2020).

Ia menjelaskan, para tersangka diduga melakukan tindak pidana korupsi penyalahgunaan dana bantuan rehabilitasi sosial RTLH APBN tahun 2015 sebanyak 100 unit dari 10 kelompok, yang mengakibatkan kerugian keuangan negara sekitar Rp 551 juta.

“Kerugian berdasarkan hasil penghitungan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP),” terangnya.

Modus operandi yang dilakukan tersangka dengan mengambil uang bantuan RTLH yang masuk ke rekening kelompok penerima bantuan RTLH. Saat kelompok akan mengambil uang di bank yang masuk ke rekening kelompok, tersangka UH, ABD dan SM atas perintah tersangka NTS.

“Setelah uang cair dan ada di tangan mereka, baru uangnya diserahkan kepada NTS selaku koordinatornya,” jelas Bayu.

Setelah mengambil uang yang dicairkan oleh kelompok, NTS kemudian membangun rumah warga. NTS dibantu empat orang lainnya membangun RTLH tidak sesuai spesifikasi,” ucapnya.

Ke lima tersangka melanggar Pasal 2 ayat (1) Pasal 3 jo Pasal 18 UU 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah
dengan UU nomor 20 tahun 2001 jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan
ancaman kurungan penjara maksimal
20 tahun.

Sementara Kasi Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Lebak Ipda Putu Ari Sanjaya mengatakan, berkas kasus itu dinyatakanengkap atau P21 oleh Kejari Lebak.

“Iya sudah P21, tersangka saat ini sudah ditahan di Lapas Rangkasbitung,” ucapnya. (RED)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed